Total Tayangan Halaman

Senin, 25 April 2011

METODE MENGHAFAL AL-QUR'AN


Imam Syafi;i berkata, “Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.

Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:
  1. Hendaklah permulaan hafalan al Qur’an dimulai dari surat An Naas lalu al Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat al Qur’an. Cara ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya di dalam shalat baik.
  2. Membagi hafalan menjadi dua bagian. Pertama, hafalan baru. Kedua, membaca al Qur’an ketika shalat.
  3. Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga maghrib untuk hafalan baru.
  4. Mengkhususkan waktu malam, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca al Qur’an di dalam shalat.
  5. Membagi hafalan baru menjadi dua bagian: Pertama hafalan. Kedua, pengulangan. Adapun hafalan, hendaknya ditentukan waktunya setelah shalat fajar dan setelah Ashar. Sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.
  6. Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.
  7. Hendaklah membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam.
  8. Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka hendaklah diulangi kadar pembagian pengelompokan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahan.
  9. Hendaklah hafalannya persurat. Jika surat tersebut panjang, bisa dibagi menjadi beberapa ayat berdasarkan temannya. Tema-tema yang panjang juga bisa dibagi menjadi dua bagian atau lebih. atau dapat juga dikumpulkan surat-surat atau tema-tema yang pendek menjadi satu penggalan. Yang penting pembagian tersebut tidak asal-asalan, bukan berdasarkan berapa halaman atau berapa barisnya.
  10. Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surat apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan, maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari satu hari.
  11. Apabila di tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka hendaklah dilakukan pengulangan kembali disiang hari di hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di awal-awal hari setelah menyelesaikan hafalan baru.
  12. Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surat-surat yang akan digunakan dalam shalat malam kepada orang lain.
  13. Sangat baik mendidik anggota keluarga dengan metode ini. Caranya dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari, mengingatkan kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh berkembang diatas al Qur’an. Dan al Qur’an bisa menjadi teman bagi mereka yang tidak bisa lepas darinya dan tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Serta bisa menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan mereka.
  14. Hendaklah memperhatikan cara membacanya. Bacaan harus tartil (perlahan) dan dengan suara yang terdengar oleh telinga. Bacaan yang tergesa-gesa walaupun dengan alasan ingin menguatkan hafalan baru adalah bentuk pelalaian terhadap tujuan membaca al Qur’an (untuk memperoleh ilmu, untuk diamalkan, untuk bermunajat kepada Allah, untuk memperoleh pahala, untuk berobat dengannya).
  15. Tujuan dari menghafal al Qur’an bukanlah untuk menghafal lafadz-lafadznya dalam jumlah yang banyak. tetapi tujuannya adalah mengulang-ulang surat yang telah dihafal dalam shalat dengan niatan, mentadabburi al Qur’an. tetapi apabila mampu menghafal banyak surat sesuai apa yang telah disebutkan diatas, itu lebih utama dari pada sedikit menghafal. Yang terpenting adalah menerapkan kaidah diatas. Apabila menurutmu waktu sangat sempit maka ambillah kadar yang sedikit namun terus diulang-ulang. 
Diposkan oleh : DKM 'Ibadurrohman Fakultas Kehutanan IPB.

KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR'AN

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, yang artinya :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terangterangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Al-Bukhari)

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman:
“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Imam An-Nawawi

Minggu, 24 April 2011

LDPQ DALAM JEPRETAN KAMERA

 
M. Ridlo Hisyam, HM. Budiyanto, Arifin Hafidz dan Okky Subekti, 
menghadiri acara Pencanangan Lumbung Pengamalan Al-Qur'an di Desa Binaan Dusun Jowah Godean, 
Kerjasama LDPQ, Lumbung Zakat Tempel dan Badko Daerah TKA-TPA Kabupaten Sleman.

Amir Syarifuddin, SH (Anggota DPRD Bantul), M. Ridlo Hisyam dan H. Yusa Fathuddin 
sedang Silaurrahim dengan Ibu Bupati Bantul Hj. Ida Idham Samawi

Gedung Dakwah LDPQ di Sebelah Timur Balai Desa Jambidan Banguntapan Bantul
dibangun dengan biaya kurang lebih 300 juta, bantuan dari BAZIS dan
Pemerintah Daerah Sukabumi Jawa Barat

 H. Mangun Budiyanto sedang memberikan Taushiyah di Jowah Godean
Drs. H. Mangun Budiyanto, M.SI. dan Drs. H. Syuhudi Azis, MA. 
sedang memberikan Pembinaan Ustadz TKA-TPA di Turi

Drs. Edy Supriyanta, M.Si. Ketua Lumbung Zakat Tempel Sleman
sekaligus  Kepala Balai Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri
Di Kalasan Sleman, adalah Bendahara LDPQ 2011-2012

Ustadz Muhammad Ridlo Hisyam, Penyusun dan Penatar 
Sistim Pengajaran Bahasa Arab Praktis "Metode FASIH", 
Ketua LDPQ Periode 2009-2010

Sabtu, 23 April 2011

LDPQ PERIODE 2009-2010

PENGANTAR

Berangkat dari sebuah pemikiran sederhana “ngumpulke balung pisah” maka lahirlah LDPQ, suatu lembaga dakwah yang dilatarbelakangi oleh semangat mensukseskan Gerakan Dakwah Al-Qur’an dari kawan-kawan yang pernah aktif di “AMM” dan “BADKO”, dua “macan besar” yang telah berhasil menyelamatkan ribuan bahkan jutaan umat Islam dari buta huruf Al-Qur’an dan juga telah berhasil “menggiring” para pemuda-remaja-mahasiswa untuk peduli dengan dunia dakwah, suatu prestasi amal jariyah yang amat sangat fantastis. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan ridlo, rahmat dan barokah-Nya kepada mereka dan kita semua, amin.

Nama-nama seperti Pak Budi, Pak Widodo, Pak Joko, Pak Dauchan, Pak Tjipto, Pak Mushtofa, Pak Kholiq, Pak Hatta, Pak Yunus, Pak Ishaq, Pak Wuntat, Pak Zaenal Fanani, Pak Halim, Pak Edy, Pak Ridlo, Pak Hafidz, Pak Humam, Pak Inung, Pak Akhid dan lain-lain adalah tokoh-tokoh yang telah berjasa besar dalam kancah gerakan dakwah tersebut.
Tidak bisa dilupakan juga jasa-jasa dan sepak terjang serta pat gulipatnya Pak Ridwan, Pak Evan, Pak Aam, Pak Abdul Majid, Pak Kirman, Pak Nuridi, Pak Awang, Pak Tarjo, Pak Argo, Pak Kusmanto, Pak Slamet dan barangkali juga Pak Yusa, Mas Amir, Pak Suwandi dan juga Pak Sya’ban Hani, Pak Sagiran, Pak Busyrowi, Pak Asyhari Semin, Pak Yatno Madiun, Pak Zaenuddin Purworejo, Bu Uswatun Magelang, Pak Basit Solo, Pak Suwono Dlanggu,  dan lain-lain.

Betapa indahnya jika nama-nama tersebut terus bergabung menggalang kekuatan meracik bumbu-bumbu sedap demi keberlangsungan Gerakan Dakwah Al-Qur’an sesuai dengan porsi dan bakatnya masing-masing. Mungkin bagi yang masih muda-muda dan banyak waktu, bisa terus berkiprah secara langsung terjun di lapangan membina Unit, Santri dan Ustadz TKA-TPA. Bagi yang sudah agak “tuyuk-tuyuk” seperti Pak Budi, Pak Ridwan, Pak Nuridy, cukuplah menjalankan fungsinya sebagai 3 S (srawung, sambung dan sengkuyung).

Srawung artinya, mereka masih dibutuhkan srawungnya kepada yang muda-muda untuk menularkan ilmu, pengalaman dan semangatnya. Sambung artinya, mereka punya peran yang besar untuk menyambungsilaturahmikan antara generasi terdahulu dan generasi selanjutnya agar tidak terputus tali silaturrahmi antar aktivis gerakan dakwah al-Qur’an sepanjang zaman. Sengkuyung artinya, dalam setiap acara dan perhelatan TKA-TPA, mereka masih bisa nyengkuyung baik sembur maupun uwurnya.

LDPQ SEKARANG
Seiring dengan berjalannya waktu, LDPQ tentu saja mengalami pasang surut, baik dari keaktifan pengurus di dalam rapat dan kegiatan LDPQ, maupun pasang surut di dalam keaktifan LDPQ itu sendiri dalam Gerakan Dakwah Al-Qur’an. Bahkan kadang-kadang LDPQ seperti tidak ada wujudnya dan tidak bisa dirasakan manfaatnya.

Tapi kalau kita lihat lebih jeli, ternyata kita temukan juga berbagai kegiatan yang cukup strategis dan monumental, antara lain :

1. Silaturrahim dan rapat pengurus harian sekaligus olah raga Pimpong di rumah Pak Budi tiap hari Selasa, jam 07.00 – 09.00.

2. Rapat secara unduh-unduhan di rumah Pak Ridlo, Pak Yusa, Musholla Al-Makmur Selokraman, di Rumah makan Gubug Resto, di Mataram Indah, Buka puasa di Sendang Ayu, Takziyah ke Pak Halim, ke Pak Ridlo, ke Pak Efan, ke Pak Yusa, dan lain-lain.

3. Silaturrahim para tokoh Gerakan Dakwah Al-Qur’an di Gubug Alam Desa Jambidan, Di Pantai Kuwaru dan di Lumbung Zakat Tempel.

4. Menjalin silaturrahim/kerjasama dengan Pengurus BAZ (Badan Amil Zakat) dan MUI Kabupaten Sukabumi dalam rangka Recovery Lereng Merapi, dan akhirnya mendapat bantuan dana Rp. 120.000.000,00 yang diterima langsung oleh Lumbung Zakat Tempel.

5. Bekerjasama dalam tanggap darurat erupsi Merapi dengan Badko Sleman, Lumbung Zakat, Serikat Pekerja Karyawan PINDAD Bandung, PT. Mitra Permata Mandiri (Jalan Mudah Menuju Baitullah), Keluarga Iqro’ Offset, Takmir Musholla Al-Makmur Selokraman Kotagede, dan lain-lain.

6. Kerjasama yang berkelanjutan dalam perintisan dan pembinaan DESA BINAAN di dusun Jowah Godean dengan Lumbung Zakat Tempel yang kegiatannya antara lain Launching Desa Bina oleh Bupati Sleman, Pengajian Akbar oleh Pak Wuntat, Pak Imam Syafi’i, Pak Ishak, Pak Ridlo, Pak Jumaroddin. Juga Pelatihan BCM (Pak Wuntat) dan Problematika TKA-TPA (Pak Budi).

7. Kerjasama dengan Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman, Team Tadarus “AMM” Yoyakarta, BAZ/MUI Kabupaten Sukabumi dan Lumbung Zakat Tempel dalam Pelatihan Pemberdayaan Aktivis TKA-TPA Kawasan Lereng Merapi, tanggal 18 – 19 Desember 2010, yang diikuti 107 orang dari Kecamatan Tempel, Cangkringan, Turi, Pakem, Ngemplak, Prambanan, dan Kalasan. Dan segera akan ditindaklanjuti dengan action pemberdayaan agar para aktivis bisa segera bangkit dan dapat mengaktifkan kembali TKA-TPA yang hancur akibat erupsi, juga dapat menangkal dari upaya-upaya pemurtadan.

8. Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dalam sosialisasi Pendidikan Al-Qur’an bagi bayi sejak dalam kandungan bagi 1000 ibu-ibu hamil se Kabupaten Bantul yang disampaikan oleh Drs. Mushtofa AY dari Ambarawa.

9. Usaha Penerbitan dalam rangka melengkapi kurikulum Pasca TKA-TPA juga dilakukan, akan tetapi karena berbagai kendala maka baru bisa menerbitkan 1 buku yaitu Mengenal Al-Qur’an (dasar-dasar ulumul Qur’an).

SISI LAIN
1. Asset berupa Gedung Dakwah LDPQ di Jambidan yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, meskipun sehari-hari dimanfaatkan oleh Muhammadiyah Ranting Jambidan yang kegiatannya berupa Pengajian Ahad Pagi, Sekretariat PRM Jambidan, TPA Jambidan dan juga Taman Penitipan Anak, akan tetapi LDPQ secara langsung belum bisa memanfaatkan secara maksimal. Bahkan Kantor Sekretariat di pojok kiri depan pun belum bisa dimanfaatkan.

2. Asset berupa barang bergerak, Alhamdulillah masih ada 1 unit Kamera Digital, 2 unit Laptop, 1 unit LCD dan layarnya.

3. Adapun kondisi keuangan, Insya Allah masih ada Rp. 9.000.000,00
(Saldo di Buku Kas Rp. 2.000.000,-, dari BAZ Sukabumi Rp. 5.000.000,- dan sisa Penyelenggaraan Pelatihan Pemberdayaan Aktifis TPA Rp. 1.500.000,-)

PENUTUP
Salah satu program silaturrahim para Aktivis Sepuh Gerakan Dakwah Al-Qur’an dalam rangka “ngumpulke balung pisah” yang rencananya akan diselenggarakan di setiap Kabupaten, baru bisa dilaksanakan di Bantul (Pantai Kuwaru). Demikian juga program pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Ustadz TKA-TPA juga belum bisa diaplikasikan. Ini tentu saja menjadi PR yang akan ditindaklanjuti oleh Pengurus yang akan datang periode 2011-2012. Termasuk yang menjadi PR besar adalah Menyusun Buku-buku Pegangan Santri Pasca TKA-TPA yang sangat dinantikan oleh para Ustadz.
Akhirnya, marilah kita akhiri kepengurusan LDPQ periode 2009-2010 dengan saling maaf memaafkan, mudah-mudahan sekecil apapun yang telah kita sumbangkan bagi Gerakan Dakwah Al-Qur’an ini mendapat ridlo Allah Swt. amin. Dan marilah kita susun Kepengurusan priode 2011-2012 dengan sebaik-baiknya, sehingga LDPQ ke depan akan lebih baik, Insya Allah.
Yogyakarta, 25 Desember 2010

Muhammad Ridlo Hisyam
Ketua

TKA - TPA - TQA

A. Pengertian TKA (Taman Kanak-kanak Al-Qur’an)
    dan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

TKA-TPA adalah lembaga pendidikan non formal tingkat dasar yang bertujuan memberikan bekal dasar kepada anak-anak usia 4-6 tahun ( TKA) dan usia 7–12 tahun (TPA ) agar menjadi generasi Qur’ani, generasi yang sholih-sholihah, yang mampu dan gemar membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

B. Pengertian TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad)

TQA adalah lemnbaga pendidikan non formal sebagai kelanjutan dari TKA/TPA, yang bertujuan memberikan tambahan bekal bagi santri lulusan TKA/TPA atau anak-anak usia 7-14 tahun lainnya yang telah mampu membaca Al-Qur’an, sehingga lancar dan gemar membaca Al-Qur'an, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai keterampilan khusus berupa hafal Juz ‘Amma dan memahami terjemahnya.

Dalam hal ini, TQA dibedakan menjadi 3 jenjang, yaitu :
-TQA Ula (dasar),
-TQA Wustho (menengah),
-TQA ‘Ulya (atas).

C. Tujuan

TKA-TPA-TQA, bertujuan menyiapkan terbentuknya generasi Qur’ani, yaitu generasi yang memiliki komitmen terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an dijadikannya sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan tempat kembali segala urusan hidupnya. Hal ini ditandai dengan kecintaan yang mendalam terhadap al-Qur’an, mampu dan rajin membacanya, terus menerus mempelajari isi kandungannya, memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat untuk mengamalkannya secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari.

sumber: H.M. Budiyanto,dkk. 2006. Panduan praktis pengelolaan TKA-TPA-TQA D.I. Yogyakarta, Kurikulum 2006. LDPQ Yogyakarta.

KURSUS IQRO' KHUSUS DEWASA

Bimbingan Belajar Baca Al-Qur’an
Dengan Cepat dan Mudah Tingkat Dasar
usia 15 tahun ke atas

Romadlon adalah bulan yang sangat mulia
- bulan dilipatgandakan pahala
- bulan diampuni dosa-dosa
- bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur'an
   penerang jagat raya dan alam seisinya
   dengan Al-Qur'an, manusia mengenal Tuhan dan Nabinya
   dengan Al-Qur'an manusia tahu surga neraka
   dengan Al-Qur'an manusia mengerti halal haram
   dengan Al-Qur'an manusia mengenal mana benar mana salah
   dengan Al-Qur'an manusia mengerti mana baik mana buruk
   dengan Al-Qur'an manusia mengerti sejarah umat manusia
   sejak Adam sampai akhir zaman
   dengan Al-Qur'an manusia bisa mengerti segala hal
Nah, dalam rangka menghadapi Romadlon yang mulia itu
LDPQ memberikan kesempatan kepada Umat Islam
yang belum lancar membaca Al-Qur'an
atau mungkin belum bisa sama sekali
untuk belajar Al-Qur'an

Apakah dari Keluarga dan Tetangga Anda,
ada yang masih belum bisa Baca Qur’an ?

Apakah di Masjid/Musholla Anda,
Juga banyak yang belum bisa baca Qur’an ?

Apakah masih banyak warga di RT / RW Anda
yang belum bisa baca Qur’an ?

Apakah di Kantor/Perusahaan Anda, masih ada
karyawan/pegawai yang buta huruf Al-Qur’an ?

Apakah para Dosen / Karyawan / Mahasiswa
di Kampus Anda juga demikian ?

ANDA CALON HAJI DAN BELUM BISA BACA QUR’AN JUGA ?
Atau barangkali sudah bisa tapi belum lancar ?

Jangan Tunda Lagi, segera selenggarakan Kursus IQRO'
Di Kantor, di Kampus, di Masjid, di Kampung, atau di Rumah Anda.

Informasi lebih lanjut, hubungi LDPQ JOGJAKARTA
Karangkajen MG III/911, Telp. 7813480, 6644611, 0877.3868.3494


MARI KITA PEDULI,
KAPAN LAGI KALAU TIDAK SAAT INI !!!

KURSUS IQRO' DI KANTOR dan KAMPUS

Dalam rangka mensukseskan Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an bagi seluruh Umat Islam di Propinsi DIY sesuai dengan :

1. SKB Meneri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI nomor : 128 tahun 1982/44A tahun 1982 tentang “Usaha peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an bagi Umat Islam dalam rangka peningkatan penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari”
2. Instruksi Gubernur DIY nomor : 5/INSTR/1997 tentang “Gerakan Pemahaman dan Pengamalan Isi Kandungan Al-Qur’an bagi Umat Islam di Propinsi DIY”

Maka LDPQ mengajak kerjasama dengan Kepala Kantor / Kepala Dinas / Direktur atau Rektor Perguruan Tinggi untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut untuk para Pegawai/Karyawan/Dosen, terutama bagi mereka yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an, atau sudah bisa tapi belum lancer.

Mengenai Pembimbing IQRO', LDPQ siap mengirim tutor ke Kantor/Kampus setiap hari, atau seminggu 3 kali, antara jam 09.00 – 12.00 wib, dengan Infaq / biaya transportasi antara Rp. 50.000,00, atau Rp. 75.000,00 atau Rp. 100.000,00 perdatang. (dipilih sesuai anggaran yang tersedia).
Antara jam 09.00 – 12.00 tersebut, satu persatu para Pegawai/Karyawan/Dosen, secara bergantian disimak oleh tutor tersebut antara 5 – 10 menit.

Penanggung Jawab : Drs. H.M. Budiyanto, M.SI.
Pelaksana : Drs. H. Yusa Fathuddin, Bashori, dll.